Jumat, 22 Januari 2016

Aku Dan Abang2 Grabbike


Salam hangat kepada siapapun yang membaca blog ini. baik sengaja ataupun tidak disengaja. 
Aku masih sangat sama seperti yang dulu. jangan nyanyi! kita tidka sedang di India, kawan!

Yeah, aku masih sama seperti yang dulu. PELUPA!  
i'm still figuring out apakah aku ini memang pelupa atau bodoh.

waktu itu aku naik ojek online, sebut saja inisialnya Grabbike. Maaf aku tidak bisa menyebutkan aslinya karena tidak sedang beriklan, jadi kita pakai inisialnya saja. Waktu itu sekitar pukul 7 malam dari Jelambar ke arah kemang. 

Di tengah perjalanan abang2 Grabbike meminta ijin untuk mengisi bahan bakar. aku pun mengijinkan. ya tentu saja, karna dia sudah membelokkan motornya memasuki SPBU. dan yeah tentu saja, aku tidak ingin berhenti di tengah jalan hanya karna kehabisan bahan bakar. Aku turun dari motor dan berjalan ke arah pintu keluar SPBU tersebut. Bukan pintu keluar sih ya, lalu apa dong? ya itulah pokoknya. Aku sangat yakin bahwa kalian mengerti apa yang aku maksud. 

Aku menunggu sambil sok2an melihat layar handphoneku. Tiba2 beberapa menit kemudian sebuah motor (dan abang2nya tentu saja) berhenti di dekatku. Agak sedikit maju melewatiku sih. Aku dengan sigapnya berjalan maju mendekati sang motor (dan abang2nya tentu saja). Si abang2nya tidak menoleh ke arahku, aku tidak peduli, mungkin dia sudah ingin segera sampai tujuan. Aku mengulurkan tanganku ke arah bahunya. Iya, aku punya kebiasaan kalau ingin naik motor aku memegang bahu si pengendaranya untuk menahan badan aku yang yaaahh mungkin berat.


saat tangan aku hampir menyentuh bahunya, sang motor (dan abang2nya tentu aja) melaju kencang meninggalkanku di dalam gelapnya malam. Aku syok dan bertanya kepada Tuhan, kenapa semua orang di hidupku harus meninggalkanku?!
aku menatap dengan pandangan nanar. semua harapanku hilang lenyap. aku galau. gundah gulana. rasanya bau SPBU semakin menyengat menusuk hidungku. membuat mataku pedih. gelapanya malam menambah kesedihanku.

saat aku memandangi abang2 yg meninggalkan aku itu, aku sadar 1 hal, abang2 itu tidak memakai jaket dan helm hijau. lalu aku memalingkan wajahku dan memandang ke arah pengisian bensin. oh Thank God, si abang2 grabbike aku masih di situ. 


0 komentar:

Posting Komentar

mari bicara :)

 
THEStimony Blogger Template by Ipietoon Blogger Template